TMMD 125 Bojonegoro: Dari Peluh Prajurit, Tumbuh Rumah Harapan di Desa Soko
BOJONEGORO – Di bawah langit biru Desa Soko, Kecamatan Temayang, suara palu dan denting besi berbaur dengan tawa anak-anak desa. Hari itu bukan sekadar hari biasa, melainkan hari ketika mimpi-mimpi sederhana menjelma nyata. Enam rumah reyot yang dahulu menjadi saksi bisu perjuangan hidup kini berdiri kembali dengan wajah baru, kokoh, bersih, dan layak huni.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0813 Bojonegoro telah menorehkan jejaknya. Atap yang tak lagi bocor, lantai yang tak lagi becek, dan dinding yang tak lagi rapuh, kini menjadi simbol bahwa dari peluh prajurit dan semangat gotong royong, lahir rumah-rumah harapan di pelosok negeri.
Di antara rumah baru itu, seorang lelaki tua bernama Subakir (71) berdiri dengan mata berkaca-kaca. Tangannya gemetar menyapu dinding yang masih beraroma cat, seolah ia sedang menyentuh lembaran baru kehidupannya.
“Syukur Alhamdulillah… rumah ini membuat saya merasa kembali muda, karena semangat hidup saya tumbuh lagi,” bisiknya lirih, namun penuh makna.
Prajurit TNI dari tiga matra Darat, Laut, dan Udara — hadir bukan dengan senjata, melainkan dengan cangkul, semen, dan semangat tanpa lelah. Mereka bergandengan tangan dengan warga desa, menyatukan tenaga, merajut kebersamaan. Dari tangan-tangan itulah jalan cor beton sepanjang 1.372 meter terbentang, pagar sekolah berdiri, musholla dibangun, dan sumur-sumur memancar membawa kehidupan.
“Program ini bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun jiwa. Kami ingin rakyat merasakan bahwa TNI selalu hadir, bukan sekadar penjaga tanah air, melainkan sahabat sejati dalam suka maupun duka,” tutur Lettu Inf Setyo Budi, Komandan SSK Satgas TMMD 125, dengan suara yang penuh keyakinan.
Dan benar adanya, TMMD di Desa Soko tidak sekadar menyulap rumah dan jalan. Ia menyulap suasana, dari rasa putus asa menjadi optimisme, dari gelap menjadi terang. Ia adalah puisi yang ditulis dengan bata dan semen, dengan tinta keringat dan doa, lalu dibacakan dengan lantang oleh rakyat yang kini tersenyum lega.
Desa Soko kini tidak lagi sekadar titik kecil di peta Bojonegoro. Ia telah menjadi cermin bahwa kemanunggalan bukanlah kata kosong, melainkan napas yang menghidupkan. Dari rumah-rumah sederhana yang kini berdiri gagah, lahir keyakinan baru: bahwa masa depan bisa dibangun dari desa, dari keringat bersama, dari cinta tanah air yang tak pernah lekang.
“Dengan hampir rampungnya seluruh program, kami berharap Desa Soko semakin hidup, semakin maju, dan semakin erat persaudaraan antara TNI dan rakyat,” pungkas Lettu Kav Sujirman, Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro.