Bukan Pejabat, Bukan Ahli, Aksi Core Drill Ilegal Gegerkan Proyek Beton Bojonegoro
Opini Edukasi.
Bojonegoro, Polemikdaerah.online, — Sebuah video yang beredar luas di media sosial menggegerkan publik Kabupaten Bojonegoro. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pemuda berpakaian sederhana melakukan pengeboran beton precast penutup saluran irigasi menggunakan metode core drill. Aksi itu disebut terjadi di Desa Jumok, Kecamatan Ngraho.
Yang menjadi sorotan, pemuda tersebut bukan pejabat pemerintah, bukan pegawai dinas teknis, dan tidak tampak sebagai perwakilan lembaga pengujian material yang memiliki kewenangan resmi. Namun ia melakukan pengeboran beton proyek negara seolah menjalankan prosedur uji mutu formal.
Dalam praktik konstruksi yang baku, beton precast seharusnya telah melalui uji kuat tekan, klasifikasi mutu, serta sertifikasi teknis di pabrik atau perusahaan produsen sebelum dikirim dan dipasang di lokasi proyek. Ketika material telah diterima dan digunakan, secara administratif kualitasnya dinyatakan memenuhi spesifikasi teknis oleh konsultan pengawas dan dinas terkait.
Namun video tersebut justru menunjukkan pengujian dilakukan setelah beton terpasang di lapangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar di tengah publik, apakah beton tersebut sebenarnya belum lolos uji mutu saat produksi, atau justru pengujian ulang ini dilakukan tanpa dasar kewenangan yang sah.
Jika beton belum lolos uji sejak awal, maka patut dipertanyakan siapa pihak yang meloloskannya hingga terpasang di proyek. Sebaliknya, jika beton telah dinyatakan memenuhi standar, maka tindakan core drill di lapangan berpotensi menyalahi prosedur karena metode tersebut berisiko merusak struktur beton.
Keanehan lain, uji core drill bukan pekerjaan sembarangan. Metode ini memerlukan keahlian teknis, standar operasional ketat, serta legalitas kelembagaan karena menyangkut keselamatan dan keandalan struktur. Fakta bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh individu tanpa identitas resmi menimbulkan dugaan adanya aktor lain di balik layar.
Sejumlah pihak menduga, pemuda tersebut hanya pelaksana lapangan, sementara oknum tertentu memilih tidak tampil ke publik. Bahkan, muncul kekhawatiran bahwa pengujian beton semacam ini dapat disalahgunakan sebagai alat tekanan terhadap pelaksana proyek, berkedok pengawasan mutu namun sarat kepentingan non-prosedural.
Ironisnya, dalam video yang beredar tidak terlihat kehadiran pejabat teknis, konsultan pengawas, maupun perwakilan dinas berwenang. Tidak tampak berita acara pengujian, tidak ada penjelasan metode, serta tidak disampaikan hasil uji secara transparan. Kondisi ini menimbulkan kesan negara absen dalam pengawasan proyek publik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari instansi terkait mengenai siapa pemuda tersebut, atas perintah dan kewenangan siapa pengujian dilakukan, serta apakah beton precast yang dipasang telah melalui uji mutu sesuai ketentuan.
Publik menilai, tanpa penjelasan terbuka dan akuntabel, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam tata kelola proyek infrastruktur. Yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas beton, melainkan integritas pengawasan proyek negara dan keselamatan masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.
Red...
.png)