Kalender Event Bojonegoro 2026 Diluncurkan, Dorong Ekonomi Kreatif atau Sekadar Agenda Tahunan?
Bojonegoro Polemikdaerah.online, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi meluncurkan Kalender Event 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. Melalui rangkaian kegiatan yang digelar sepanjang tahun, pemerintah berharap para pelaku UMKM, komunitas seni, hingga industri kreatif lokal mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Sejumlah agenda telah disiapkan dengan tema yang berbeda setiap bulan. Pada Maret, misalnya, kegiatan difokuskan pada Semarak Ramadan dan Wisata Religi, seperti Geopark Street yang menampilkan potensi alam di ruang publik, Bazar Ramadan yang menjadi pusat takjil dan produk UMKM, hingga Kuliner Sore Ngambon yang diharapkan menjadi destinasi favorit berburu menu berbuka. Selain itu, terdapat Safari Ramadan serta atraksi wisata dan pentas budaya yang melibatkan masyarakat.
Memasuki Mei, suasana diarahkan pada semangat generasi muda dan potensi geologi melalui Festival Geopark Jilid 4, Bojonegoro Youth Talent Arena, serta tradisi Sedekah Bumi di Kecamatan Kasiman. Sementara pada Juni, rangkaian acara lebih menonjolkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari Bojonegoro Wastra Batik Festival, Bojonegoro Folklore Festival, hingga pameran pusaka dan ritual Jamasan Pusaka Nusantara.
Pada bulan-bulan berikutnya, agenda terus berlanjut dengan berbagai kegiatan olahraga, budaya, dan festival rakyat. Juli diisi kegiatan olahraga pelajar dan festival seni tradisional yang dipadukan dengan musik modern melalui Festival Sandur & Jazz Pekawan. Agustus menghadirkan Pesona Budaya Bojonegoro dan Festival Olahraga Kabupaten, sementara September menampilkan inovasi daerah melalui Bojonegoro Innovative Awards dan pagelaran kesenian rakyat.
Puncak kemeriahan direncanakan pada Oktober melalui rangkaian perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB), yang diwarnai Festival Oklik, Festival Salakwedi & Pandan, hingga Bojonegoro Youth Festival. Menjelang akhir tahun, agenda seperti Senandung Bengawan, Gowes Jelajah Bojonegoro, dan Gelar Seni Akhir Tahun menjadi penutup kalender kegiatan 2026.
Selain agenda besar tersebut, Pemkab Bojonegoro juga menyiapkan kegiatan rutin dua mingguan berupa Pentas Budaya Area Kota (Pantes Budal) di pusat kota. Program ini diharapkan mampu menjaga dinamika pariwisata lokal sekaligus memberi ruang bagi seniman dan pelaku budaya daerah untuk tampil secara berkala.
Namun, peluncuran kalender event ini tidak lepas dari kritik. Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menilai isi kalender tersebut lebih menyerupai kumpulan agenda rutin yang selama ini memang sudah dilaksanakan setiap tahun.
Menurutnya, sejumlah kegiatan seperti lomba PBB, agenda silaturahmi pemerintah, hingga peringatan Hari Anak Nasional seharusnya tidak sekadar dimasukkan dalam kalender tanpa strategi besar yang jelas.
“Kalau kita lihat, ini seperti kalender biasa. Hanya kumpulan agenda dinas, bukan strategi besar untuk mendorong ekonomi atau pariwisata,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi persoalan anggaran apabila tidak disertai pengawasan yang kuat. Ahmad Supriyanto mengingatkan bahwa setiap kegiatan yang menggunakan anggaran daerah seharusnya memiliki indikator keberhasilan yang terukur, seperti peningkatan jumlah wisatawan atau dampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM.
“Kalau seperti ini, kesannya hanya membagi anggaran. Sementara dampaknya ke masyarakat tidak terasa,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mendorong pemerintah daerah untuk belajar dari daerah lain yang dinilai berhasil mengelola event secara konsisten dan berdampak nyata terhadap ekonomi lokal, seperti Banyuwangi. Menurutnya, keberhasilan sebuah kalender event tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan, melainkan fokus, kurasi yang jelas, serta kesinambungan program.
Peluncuran Kalender Event Bojonegoro 2026 pun kini menjadi perhatian publik. Di satu sisi, pemerintah berharap agenda tersebut mampu menghidupkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Namun di sisi lain, muncul harapan agar setiap kegiatan benar-benar dirancang dengan strategi yang matang sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Red...
