Besi Tak Seragam di Proyek Sungai Sukorejo, Negara Bayar Mahal Sungai Dibangun Murahan


Tuban, Polemikdaerah.online, — Proyek rehabilitasi sungai di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, kembali menuai sorotan. Pekerjaan yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar itu disinyalir menyimpan sejumlah kejanggalan serius, mulai dari minimnya transparansi hingga dugaan pengurangan volume material.

Proyek yang dimenangkan PT Multi Berkah Teknik Tuban dengan nilai kontrak Rp 946.686.121,80 tersebut sejak awal pelaksanaan sudah menunjukkan gejala tak sehat. Di lokasi pekerjaan, papan proyek yang seharusnya menjadi informasi dasar bagi publik tidak ditemukan. Padahal, keberadaan papan proyek merupakan kewajiban dan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas penggunaan uang negara.

Kejanggalan kian menguat setelah ditemukannya dugaan penggunaan material di bawah standar. Hasil pengamatan di Dusun Karang, Desa Sukorejo, menunjukkan besi yang digunakan dalam konstruksi tidak seragam. Sebagian berdiameter lebih besar, sementara sebagian lainnya tampak lebih kecil dari ukuran lazim.

Ketidaksamaan ukuran material ini memunculkan dugaan kuat adanya pengurangan volume, khususnya pada penggunaan besi. Praktik semacam ini berpotensi menurunkan kualitas dan daya tahan bangunan sungai, yang sejatinya dirancang untuk jangka panjang dan berfungsi sebagai pelindung warga dari ancaman erosi serta banjir.

Jika dugaan tersebut benar, persoalan proyek ini tak berhenti pada aspek teknis semata. Kondisi ini membuka ruang indikasi markup dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Negara diduga membayar material dengan spesifikasi tinggi, namun di lapangan justru terpasang material kualitas rendah. Selisih anggaran yang muncul pun menimbulkan pertanyaan serius.

Ironisnya, proyek rehabilitasi sungai ini berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kabupaten Tuban. Namun pengawasan yang semestinya ketat justru terkesan longgar, sehingga berbagai kejanggalan di lapangan seolah luput dari perhatian.

Padahal, proyek rehabilitasi sungai bukan pekerjaan biasa. Selain menyangkut pengelolaan anggaran publik, proyek ini berkaitan langsung dengan keselamatan warga dan upaya mitigasi bencana jangka panjang. Ketika kualitas pembangunan dikorbankan, risiko yang ditanggung masyarakat menjadi sangat besar.

Kini, proyek rehabilitasi sungai Sukorejo layak menjadi perhatian serius aparat pengawas internal, auditor, hingga aparat penegak hukum. Publik berhak mengetahui secara terang-benderang, apakah kejanggalan ini terjadi karena kelalaian, atau justru bagian dari praktik sistematis yang merugikan keuangan negara.

Red... 

Sebelumnya

item