Aspirasi Warga Dijawab, Portal Jalan Desa Kalirejo Resmi Dibongkar


Bojonegoro, — Awalnya hanya dua batang besi yang melintang di badan jalan. Namun bagi warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, portal itu terasa seperti tembok pembatas kehidupan. Setiap hari dilewati, setiap hari pula dikeluhkan. Hingga akhirnya, Selasa (23/12/2025), besi itu benar-benar roboh.

Pembongkaran dua portal jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Bojonegoro menjadi jawaban atas kegelisahan warga yang selama ini terpendam.

Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi pergerakan justru berubah menjadi titik kemacetan, bahkan kekhawatiran, terutama ketika kendaraan darurat harus melintas.

Keluhan demi keluhan tak berhenti di warung kopi atau obrolan pinggir jalan. Warga memilih bersuara lebih keras, menyampaikan aspirasi melalui Rumah Aspirasi Masyarakat DPD Partai Golkar Bojonegoro, laporan masuk berulang kali, dengan satu pesan yang sama, portal itu harus dibuka.

“Bukan sekadar menghambat aktivitas ekonomi, portal ini juga berisiko bagi keselamatan,” ungkap perwakilan DPD Partai Golkar Bojonegoro. 

Pernyataan itu bukan isapan jempol. Ambulans yang tersendat, kendaraan usaha yang berputar arah, hingga kecelakaan kecil di malam hari menjadi cerita yang kerap terdengar.
Respons pun datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Dinas PUBM Bojonegoro turun langsung ke lokasi.

Tanpa seremoni panjang, alat kerja bergerak, baut dilepas, dan portal yang selama ini berdiri kokoh akhirnya tak lagi berdaya. Warga menyaksikan dengan mata sendiri, jalan mereka kembali terbuka.

Sejak saat itu, wajah Kalirejo berubah. Kendaraan melintas tanpa hambatan, roda ekonomi kembali berputar, dan rasa waswas perlahan menghilang. Agus, salah satu warga, tak bisa menyembunyikan kelegaannya.

“Sekarang lebih aman. Tidak ada lagi penghalang di jalan,” katanya singkat, namun penuh arti.

Cerita tidak berhenti pada pembongkaran semata, pemerintah mengingatkan, menjaga jalan desa adalah tanggung jawab bersama. Pengaturan kendaraan berat perlu disepakati lewat musyawarah, bukan dengan portal sepihak yang justru memicu masalah baru.

Peristiwa di Kalirejo menjadi pengingat sederhana namun penting: ketika suara warga didengar dan ditindaklanjuti, kehadiran pemerintah tak perlu janji panjang. Cukup satu tindakan nyata, membuka jalan yang sempat tertutup dan kepercayaan pun perlahan kembali tumbuh.
Red... 

Sebelumnya

item