Pagar SD Samberan Rp199,9 Juta Diduga Cacat Spesifikasi, Dinas Pendidikan Bojonegoro Disorot
Opini Edukasi
Bojonegoro – Tembok sekolah dasar seharusnya menjadi benteng perlindungan, simbol rasa aman bagi anak-anak yang belajar di dalamnya. Namun, proyek pagar SD Samberan, Kecamatan Kanor, justru menyisakan tanda tanya besar. Anggaran Rp199,9 juta yang digelontorkan Dinas Pendidikan Bojonegoro seakan terancam sia-sia, karena pekerjaan diduga jauh dari spesifikasi kontrak.
Alih-alih material berkualitas sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), pondasi pagar justru dipasang dengan batu kapur, bahan yang lunak, berpori, dan mudah lapuk. Secara teknis, batu jenis ini tidak layak menanggung beban konstruksi jangka panjang. Dengan pondasi rapuh seperti itu, pagar hanya menunggu waktu untuk retak, miring, bahkan roboh. Dan itu berarti ancaman nyata bagi keselamatan siswa serta guru di lingkungan sekolah.
Kasus ini lebih dari sekadar kelalaian teknis. Ia adalah potret telanjang lemahnya sistem pengawasan. Dinas Pendidikan dan konsultan pengawas, yang seharusnya menjadi garda depan penjaga kualitas, justru tampak membiarkan pelanggaran spesifikasi yang kasat mata.
Bagaimana mungkin material pondasi bisa melenceng dari kontrak tanpa ada yang mengetahuinya? Kegagalan fungsi pengawasan ini bukan hanya soal kualitas bangunan, tetapi juga soal integritas.
Lemahnya kontrol membuka ruang bagi praktik yang mencederai akal sehat publik. Anggaran yang bersumber dari uang rakyat berpotensi hanya menjadi formalitas belaka, proyek berjalan, dana cair, tetapi hasil jauh dari manfaat yang seharusnya.
Pertanyaan besar pun muncul: pagar ini untuk siapa? Untuk kebutuhan sekolah, atau sekadar memenuhi kewajiban administrasi anggaran? Jika benar pondasi hanya bertumpu pada batu kapur, maka pagar SD Samberan akan menjadi monumen rapuh, bukti konkret gagalnya pengawasan negara.
Dalam pengelolaan keuangan publik, setiap rupiah semestinya bicara manfaat. Jika penyimpangan spesifikasi dibiarkan, maka bukan hanya kualitas pekerjaan yang dikorbankan, melainkan juga marwah pemerintah dalam menjaga amanah rakyat.
Dinas Pendidikan Bojonegoro dan konsultan pengawas wajib menjawab: mengapa spesifikasi bisa melenceng? Siapa yang bertanggung jawab?
Publik berhak tahu, karena pagar sekolah bukan hanya deretan tembok. Ia adalah simbol kepercayaan masyarakat bahwa negara serius menjaga pendidikan dan keselamatan anak-anaknya.
Red...