Rp87,1 Miliar Program Gayatri Diuji, Mampukah Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Warga?


Bojonegoro, polemikdaerah.online – Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini memasuki fase penting dalam menguji keberlanjutannya. Program dengan alokasi anggaran sekitar Rp87,1 miliar tersebut menyasar sekitar 5.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai upaya mengentaskan kemiskinan melalui usaha peternakan ayam petelur skala rumah tangga.

Pada tahap awal pelaksanaan, setiap penerima memperoleh bantuan berupa ayam petelur, kandang, pakan, serta pendampingan. Skema tersebut dirancang agar masyarakat memiliki sumber penghasilan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Namun, seiring berakhirnya bantuan pakan tahap awal, berbagai tantangan mulai muncul. Harga pakan yang terus mengalami kenaikan, disertai fluktuasi harga telur di pasaran, membuat biaya produksi semakin tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh peternak menjadi semakin terbatas. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai kemampuan penerima manfaat mempertahankan usahanya tanpa dukungan lanjutan dari pemerintah.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menerbitkan surat edaran yang mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli telur hasil Program Gayatri dengan harga Rp25.000 per kilogram. Pemerintah juga menyiapkan skema tambahan subsidi pakan melalui APBD Perubahan maupun sumber pendanaan lainnya guna menjaga keberlangsungan usaha para peternak.

Kebijakan tersebut dinilai mampu menjadi solusi jangka pendek. Namun di sisi lain, langkah itu juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas desain program. Publik mempertanyakan apakah program pemberdayaan yang telah didukung anggaran puluhan miliar rupiah seharusnya masih memerlukan intervensi pemerintah untuk menjaga penyerapan hasil produksi dan menopang biaya operasional peternak.

Sejumlah pengamat menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari aspek perencanaan, mekanisme pelaksanaan, pendampingan, ketersediaan pakan, akses pasar, hingga efektivitas penggunaan anggaran. Program pemberdayaan dinilai akan mencapai tujuan apabila penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, memperoleh keuntungan yang layak, serta tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

Dengan nilai anggaran mencapai Rp87,1 miliar, Program Gayatri merupakan salah satu investasi sosial yang cukup besar bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi berbasis hasil menjadi hal penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana manfaat program benar-benar dirasakan oleh para penerima dan berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.

Keberhasilan Program Gayatri tidak hanya diukur dari jumlah ayam yang dibagikan atau volume produksi telur yang dihasilkan. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika para penerima manfaat mampu menjalankan usaha peternakannya secara mandiri, memiliki daya saing, memperoleh pendapatan yang berkelanjutan, dan tidak lagi bergantung pada subsidi maupun intervensi pemerintah untuk mempertahankan usahanya.

Red...

Sebelumnya

item