Penahanan Urung, Surat Sakit Tak Jelas, Ada Apa dengan Kasus Kades Tingkis? Kanit Tipidkor Gagap Beri Penjelasan
Opini Edukasi.
Tuban, Polemikdaerah.online, — Penanganan dugaan korupsi yang menyeret Kepala Desa Tingkis kembali memantik sorotan tajam publik. Keputusan penyidik untuk tidak menahan terlapor dinilai janggal dan sarat keanehan, terutama karena sejak awal kuasa hukum pelapor telah memperingatkan adanya potensi hilangnya dokumen penting apabila tersangka tetap dibiarkan bebas.
Dalih penyidik terdengar sederhana: alasannya kesehatan. Namun saat diminta menunjukkan surat keterangan sakit resmi, Kanit Tipidkor yang menangani perkara tersebut justru terlihat gagap dan tidak mampu memberikan penjelasan meyakinkan. Dokumen tidak ditunjukkan, kepastian tidak diberikan, dan garis waktu pun tidak jelas. Jawaban yang keluar hanya bersifat menggantung, menimbulkan kesan kuat adanya sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi.
Anehnya, jika memang kesehatan dijadikan alasan utama tidak dilakukan penahanan, bukti medis mestinya dapat diperlihatkan secara terbuka tanpa harus bertele-tele. Apalagi perkara yang sedang ditangani adalah dugaan tindak pidana korupsi, yang berisiko tinggi terjadi penghilangan barang bukti bila tidak ditangani dengan tegas.
Tak hanya itu, pembenaran penyidik bahwa tersangka bersikap kooperatif justru memunculkan pertanyaan baru. Kooperatif dalam hal apa? Dan kapan kooperatif menjadi dasar kuat untuk mengabaikan potensi hilangnya dokumen pembuktian?
Publik wajar bertanya ketika aparat penegak hukum justru tersendat menjawab pertanyaan mendasar seperti “mana surat sakitnya?”. Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar kelanjutan proses hukum, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap integritas lembaga penegak hukum itu sendiri.
Keputusan melepas tersangka tanpa bukti medis yang jelas tidak hanya menimbulkan kecurigaan, tetapi juga membuka ruang spekulasi bahwa standar hukum tengah dilonggarkan tanpa alasan yang transparan. Situasi ini justru memperlihatkan bayang-bayang gelap dalam proses penyidikan yang belum tersentuh terang.
Terpisah, saat diminta menanggapi informasi bahwa dirinya gagal memberikan penjelasan terkait surat sakit tersebut, Kanit Tipidkor Rudi Rakasiwi memilih bungkam. Tidak memberikan klarifikasi, tidak meluruskan, dan tidak memberi jawaban apa pun.
Sikap diam ini bukannya meredakan polemik, tetapi justru mempertebal dugaan publik bahwa ada sesuatu yang jauh dari wajar dalam penanganan kasus ini.
Kini pertanyaan publik semakin lantang, apa sebenarnya yang terjadi dalam kasus Kades Tingkis? Dan sampai kapan alasan-alasan kabur terus dijadikan tameng tanpa bukti yang semestinya?
Red...
.jpg)