Baru Dibangun, Sudah Dipertanyakan, Jalan Cor di Malo Diduga Asal Jadi, Warga Murka
Bojonegoro, Polemikdaerah.online, - Aroma ketidakberesan proyek infrastruktur kembali menyengat di Bojonegoro. Kali ini, sorotan tajam datang dari masyarakat yang muak melihat kualitas pembangunan jalan yang diduga asal jadi di wilayah Kecamatan Malo. Viral di TikTok, aduan warga itu seperti membuka borok lama, proyek jalan yang cepat selesai, tapi kualitasnya dipertanyakan sejak hari pertama.
Celoteh curhat keluh yang diunggah akun anonim sengaja dirahasiakan demi keamanan, tidak sekadar keluhan biasa. Ia adalah potret kekecewaan publik terhadap proyek jalan cor hasil bantuan keuangan desa (BKD/BKKD) di Desa Malo yang dinilai jauh dari standar.
Baru seumur jagung, bahkan belum genap hitungan bulan sejak dibangun sebelum Ramadan, kondisi jalan itu sudah memantik cibiran, rapuh, tampak kasar, dan diduga minim kualitas.
“Dalan cor Pemdes Malo coba cek mutune ko welek ketoke… welek banget mutune,” tulis akun tersebut, dengan nada yang tak lagi bisa disamarkan dari rasa kesal.
Keluhan ini bukan sekadar ocehan di media sosial. Ia menjadi alarm keras bagi publik, dan tentu saja bagi lembaga pengawas. Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB) pun angkat bicara.
Ketua LSM PIPRB, Manan, menegaskan pihaknya tidak akan menutup mata terhadap dugaan proyek bermasalah tersebut.
“Kami tidak akan tinggal diam. Tim ahli akan kami turunkan langsung ke lokasi untuk membedah kondisi teknis di lapangan,” tegasnya, Kamis (26/03/2026).
Langkah ini bukan formalitas. PIPRB mengaku siap menguliti proyek tersebut hingga ke akar, mulai dari kualitas material, metode pengerjaan, hingga kesesuaian spesifikasi teknis. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, mereka tak ragu membawa persoalan ini ke meja resmi.
“Kalau terbukti ada kejanggalan, kami akan dorong audit. Ini uang negara, bukan uang pribadi. Jangan sampai rakyat hanya disuguhi proyek tambal sulam yang cepat rusak,” sindir Manan tajam.
Kasus ini sekali lagi memperlihatkan ironi klasik, proyek dibiayai dari anggaran publik, namun hasilnya kerap mengecewakan publik itu sendiri. Transparansi dan pengawasan yang seharusnya menjadi fondasi, justru seringkali terasa seperti slogan kosong.
Hingga berita ini diturunkan, LSM PIPRB masih melakukan koordinasi internal untuk peninjauan langsung ke lokasi di Desa Malo. Satu hal yang pasti, publik kini menunggu, apakah ini akan berakhir sebagai temuan serius.
Red...
.jpg)